Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

DANDELION

"cinta itu seperti dandelion,  adakalanya mereka akan terbang satu persatu dan menyisahkan satu satunya yang ingin tinggal" Aku belajar banyak karena dandelion,  walau mereka sangat rapuh tapi mereka akan terlihat indah di salah satu pasang mata. Sebagian orang hanya menganggap itu hanya rumput liar yang tak berguna,  tapi sebagian menganggap bahwa itu ciptaan tuhan yang luar biasa. Ketika angin menerbangkan satu persatu bunganya,  beberapa yang lainnya juga menyusul pergi,  namun kepergiannya sama sekali tak menimbulkan kepedihan.  Karena orang yang melihatnya percaya bahwa ada dandelion lain yang lebih indah. Tapi ada hal yang lebih indah dari sekedar dandelion adalah seseorang yg mampu menjadi dandelion terakhir untukku. Dari jauh aku hanya bisa melihat punggungnya,  aku ingin dia berbalik,  hanya butuh beberapa detik untuk memastikan wajahnya, aku sangat ingin bertegur sapa dengannya. Mungkin tak perlu bertegur sapa,  cukup mengerti waj...

Air mata langit

Kala senja berubah jadi petang. Kala sinar rembulan menggantikan sang mentari, dan kala malam kembali lagi menjadi pagi. Semua itu mengajarkanku bagaimana istimewanya sebuah proses. Proses dimana bahagia dan terluka menjadi satu. Proses bagaimana tertawa dan kecewa menyelinap masuk ke otak, memenuhi ruang kosongnya. Aku tak mampu memisahkan keduanya, kupikir dulu bahagia dan terluka  adalah dua hal yg tidak berhubungan. Kupikir dulu tertawa dan kecewa adalah dua hal yg bertolak belakang. Namun, kini keduanya menjelaskan hubungan sebab akibat. Sebab bahagia akan berakibat terluka, dan sebab tertawa akan berakibat kecewa. Ketika aku merasa bahagia, aku akan merasa terluka pula. Seperti halnya air mata, adakalanya seseorang menangis dengan alasan bahagia dan terluka. Aku tak mampu mendeskripsikan makna dari kedua kata itu. Aku hanya bisa merasakannya. Ketika aku merasa bahagia aku berkataa "tuhan, aku mencintaimu". Dan ketika aku merasa sangat terluka, seketika aku menangis da...

Cinta, genggam tanganku

Hati yang retak takkan mampu sembuh dalam waktu yg singkat. Layaknya jalanan yg tak cepat kering ketika hujan mengguyurnya. Airmata yg jatuh takkan kembali lagi menjadi senyuman. Semua proses itu mungkin memakan waktu yg lama, namun dalam prosesnya selalu ada obat yang menyembuhkan. Selalu ada pelangi indah diantara sinar, dan selalu ada orang yg mengusap air mata itu. Aku seperti penyebab kerusakan itu, dan kmu akan selalu jadi penyembuhnya. Iya, kamu seperti obat, pelangi, dan telapak tangan. 3 wujud yg mampu menyembuhkan. Manusia memang sering berbuat kesalahan, sebagian org berfikir bahwa itu akn membuatnya menjadi lebih tegar, namun sebagian orang berfikir kesalahan itu mampu menjauhkan dari orang yg dicintainya. Aku salah satu org yg takut jauh dengan org lain, aku butuh cinta mereka, aku butuh genggaman mereka, aku butuh mereka karena aku bnar bnar lemah. Aku butuh mereka untuk menguatkan. Seribu maaf memang tak pernah cukup untuk mengembalikkan hati yg retak. Bahkan hadiah ...

Selimut Lukaku

Aku pernah sangat terluka dengan seseorang. Orang yang dahulu pernah kuanggap mampu melukiskan pelangi dihidupku, Justru mematahkan kuas lukisku. Memang tak terlihat mata, namun semua itu sangat berbekas. Dia bukan hanya mematahkan kuasku, dia mematahkan harapanku dan kebahagiaan yg sejak awal kulukis. Kini kusadar bahwa kedatangannya hanyalah membuatku menangis diatas kebahagianku. Seperti menusukku disaat tertidur. Tidak terlihat, tidak sakit, namun lukanya berbekas. Aku takut melukis lagi, aku takut orang lain melakukan hal yg sama. Bahkan aku lebih takut lagi dengan org yg membuat lukisan untukku yg kemudian dia menginjak lukisan itu. Aku sangat takut dengan org yg bukan hanya menusukku disaat tertidur. Namun dia menikamku dari belakang hingga nafasku terhenti. Sangat terlihat, sangat terasa, dan lebih berbekas. Sejak kejadian itu, aku tak pernah lagi tertarik dengan siapapun. Aku sengaja menutup rapat hatiku. Aku tak ingin menemukan pelukis hebat lagi. Aku tak ingin dilukiskan p...

Menyapa masa lalu

Kamu masih tetap duniaku, walau status kita sudah berbeda. Aku masih menyimpan rasa itu sangat dalam. Aku memang sengaja menyimpannya agar suatu saat jika kau kembali, kau masih jadi bagian dari duniaku. Kamu masih tetap menjadi kamu, bagian dari masa laluku. Bagian dari kehidupanku sebelum aku mampu memaknai kehidupanku sekarang. Sebagai orang di masalalu aku tak berhak melarangmu dalam berbagai aspek. Duniamu adalah duniamu, aku tak mampu masuk ke duniamu dengan posisiku sekrang. Namun, cinta tak pernah memandang posisi. Aku memang bukan kekasihmu. Tapi aku mampu mencintaimu dengan atau tanpa kau balas. Alasan mengapa sampai saat ini aku belum melupakanmu, bukan aku ingin memilikimu. Aku hanya ingin tau rasanya berjuang untuk seseorang. Aku hanya ingin mengerti apa makna dari mencintai. Dan mencintaimu adalah jawaban dari semua pertanyaanku. Aku tak pernah peduli, rasa ini berbalas ataupun tidak. Yang aku tau, jatuh cinta kepadamu bukanlah sebuah dosa. Hai masa lalu, aku memang se...

KAMU, DUNIAKU

Mentari pagi kembali bersinar memberi kehangatan bagi setiap insan. Tetesan embun pagi turut menemani sejuknya udara ini. Secangkir teh hangat dan selembar roti yang menemaniku sendiri. Dan bayangmu yang selalu menemani pagiku dengan ucapan “selamat pagi duniaku’’. Aku selalu menunggumu kembali, dengan perasaan yang sewajarnya. Tanpa terlalu berharap dan  meminta, karena setiap harapan mungkin sirna. Seperti sekuat-kuatnya ranting, pada waktu tertentu ia akan patah juga. Tapi aku percaya, tuhan memang sengaja mematahkan hatiku agar aku berhenti berharap, dan selanjutnya tuhan akan datangkan harapan yang lebih baik lagi. Aku menunggu harapan baik itu muncul dalam duniaku. Hari berganti hari kulewati dengan mengikhlaskan kamu. Kamu terlalu banyak menggoreskan cerita dalam kehidupanku. Hadirnya kamu mengajarkan segalanya, mengajarkan bagaimana cara mencintai dengan sederhana. Mengajarkan bagaimana porsi rindu yang semestinya, dan mengajarkan bagaimana  aku dap...