Menyapa masa lalu
Kamu masih tetap duniaku, walau status kita sudah berbeda. Aku masih menyimpan rasa itu sangat dalam. Aku memang sengaja menyimpannya agar suatu saat jika kau kembali, kau masih jadi bagian dari duniaku.
Kamu masih tetap menjadi kamu, bagian dari masa laluku. Bagian dari kehidupanku sebelum aku mampu memaknai kehidupanku sekarang. Sebagai orang di masalalu aku tak berhak melarangmu dalam berbagai aspek. Duniamu adalah duniamu, aku tak mampu masuk ke duniamu dengan posisiku sekrang. Namun, cinta tak pernah memandang posisi. Aku memang bukan kekasihmu. Tapi aku mampu mencintaimu dengan atau tanpa kau balas.
Alasan mengapa sampai saat ini aku belum melupakanmu, bukan aku ingin memilikimu. Aku hanya ingin tau rasanya berjuang untuk seseorang. Aku hanya ingin mengerti apa makna dari mencintai. Dan mencintaimu adalah jawaban dari semua pertanyaanku. Aku tak pernah peduli, rasa ini berbalas ataupun tidak. Yang aku tau, jatuh cinta kepadamu bukanlah sebuah dosa.
Hai masa lalu, aku memang sengaja menyapamu untuk menghilangkan kerinduanku. Walau hanya berbalas senyuman, aku sangat menghargainya. Sekali lagi kutau ada hati yg sedang kau jaga. Aku tak mempermasalahkannya, kau juga pernah menjaga hatiku. Aku tau bahagianya menjadi wanita itu. Namun, aku menyapamu bukan untuk merebutmu darinya, atau bukan untuk mencuri hatimu lagi. Aku hanya ingin memberi tau kamu satu hal. "Terkadang cinta tak harus berbalas, ada sebabnya jatuh cinta sendirian itu lebih bahagia. Karena cinta itu cukup mendoakan kebahagiannya dari jauh dengan sepenuh hati. Terakhir kalinya, terimakasih telah menjadi cuplikan indah dari masa laluku".
Komentar
Posting Komentar