DANDELION

"cinta itu seperti dandelion,  adakalanya mereka akan terbang satu persatu dan menyisahkan satu satunya yang ingin tinggal"

Aku belajar banyak karena dandelion,  walau mereka sangat rapuh tapi mereka akan terlihat indah di salah satu pasang mata. Sebagian orang hanya menganggap itu hanya rumput liar yang tak berguna,  tapi sebagian menganggap bahwa itu ciptaan tuhan yang luar biasa. Ketika angin menerbangkan satu persatu bunganya,  beberapa yang lainnya juga menyusul pergi,  namun kepergiannya sama sekali tak menimbulkan kepedihan.  Karena orang yang melihatnya percaya bahwa ada dandelion lain yang lebih indah.

Tapi ada hal yang lebih indah dari sekedar dandelion adalah seseorang yg mampu menjadi dandelion terakhir untukku. Dari jauh aku hanya bisa melihat punggungnya,  aku ingin dia berbalik,  hanya butuh beberapa detik untuk memastikan wajahnya, aku sangat ingin bertegur sapa dengannya. Mungkin tak perlu bertegur sapa,  cukup mengerti wajahnya sudah lebih dari cukup. Sejak saat itulah aku mulai jatuh cinta kepadanya.

Bukankah jatuh cinta tak butuh banyak alasan? bukan berarti jika tak saling kenal aku tak berhak jatuh cinta. Aku berhak memiliki perasaan aneh itu, tapi jatuh cinta tak muncul dalam waktu yang singkat. Belum,  aku belum jatuh cinta,  aku hanya menganguminya karena sosok hangatnya. Semua butuh waktu bukan, rasa kagum itu kini mulai berubah menjadi perasaan yang lebih aneh.  Ini memang masih terlalu cepat,  tapi pada dasarnya hati tak pernah ingin berbohong tentang perasaan. Aku selalu menyangkal bahwa itu tak lebih dari kata "kagum", tapi semua sifat dan perhatiannya mampu memaknai lebih. Semakin aku menyangkalnya,  semakin aku jatuh cinta kepadanya.

Dia selalu hadir memberikan semangat yang baru, selalu mendengar semua cerita, dia yang memakaikan syall ketika salju turun. Dia yang memberikan bahunya untuk bersandar,  dia yang memberikan tangannya untuk digenggam dikala dingin, dan dia yang selalu mampu memberikan tempat ternyaman. Bisakah ini disebut cinta?  Jika bisa aku hanya ingin kau tau satu hal "bisakah kau menjadi tempat ternyamanku untuk hariini,  esok dan kelak? Karena aku ingin kau menjadi dandelion terakhirku"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melawan Diriku

Tak sempat melupakan

Air mata langit