KAMU, DUNIAKU
Mentari pagi kembali bersinar memberi kehangatan bagi setiap insan. Tetesan embun pagi turut menemani sejuknya udara ini. Secangkir teh hangat dan selembar roti yang menemaniku sendiri. Dan bayangmu yang selalu menemani pagiku dengan ucapan “selamat pagi duniaku’’. Aku selalu menunggumu kembali, dengan perasaan yang sewajarnya. Tanpa terlalu berharap dan meminta, karena setiap harapan mungkin sirna. Seperti sekuat-kuatnya ranting, pada waktu tertentu ia akan patah juga. Tapi aku percaya, tuhan memang sengaja mematahkan hatiku agar aku berhenti berharap, dan selanjutnya tuhan akan datangkan harapan yang lebih baik lagi. Aku menunggu harapan baik itu muncul dalam duniaku.
Hari berganti hari kulewati dengan mengikhlaskan kamu. Kamu terlalu banyak menggoreskan cerita dalam kehidupanku. Hadirnya kamu mengajarkan segalanya, mengajarkan bagaimana cara mencintai dengan sederhana. Mengajarkan bagaimana porsi rindu yang semestinya, dan mengajarkan bagaimana aku dapat menerima apa adanya. “just me and you against the world” ucapan yang jadi pengikat janji cinta kita. Waktu kita bersama memang tak cukup lama. Namun, memilikimu adalah hadiah terindah dariNya. Aku memang salah, semestinya aku tak pernah melepasmu. Jika tuhan memberiku satu kesempatan untuk kembali ke masa lalu, aku akan meminta bahwa aku tak pernah jatuh cinta sama kamu. Lebih baik kau tidak peduli daripada membuatku jatuh cinta. Karena melupakanmu jauh lebih menyakitkan daripada ke-tidak pedulianmu.
Aku sudah membuka hati untuk orang lain, aku mencoba jatuh cinta kepada orang lain. Tuhan itu baik, Ia akan datangkan orang baik setelah mendatangkan orang jahat. Tapi bagiku, kamu bukanlah sebuah kejahatan, kamu sosok terindah yang pernah mengisi relung hati. Meski kau bukan pertama, kau adalah terindah. Namun, tuhan punya rencana lain. Mungkin dengan kita tak bersama kita lebih bahagia. Aku selalu menerima setiap orang yang ingin menggantikan posisimu, aku tak pernah menolak mereka. Aku selalu berharap sifatmu ada di salah satu sosok mereka. Aku mendapatkan penggantimu, dia mampu membuat duniaku berwarna. Kami bertemu karena masalalu yang sama, karena cinta. Karenanya aku mulai sedikit melupakanmu, aku mencoba untuk memberikan sepenuh hatiku padanya. Namun, akhirnya kesedihan itu kembali terulang lagi. Sosok yang pernah kuceritakan, ternyata dia tak pernah menganggap aku dunianya. Dia menemukan dunianya pada wanita lain. Sedih memang, tapi kesedihan itu bukan karena sosok lelaki baru itu. Semua karena sampai detik ini aku belum bisa melupakanmu.
Aku selalu ingin tau kabarmu, aku mencari tau semua dari media sosialmu. Aku bahagia sampai sekarang kau tak bersama dengan yang lain. Aku selalu berharap bisa bersamamu lagi. Namun malam ini sebuah berita mengejutkanku, berita tentang hubunganmu dengan seseorang yg kau sebut kekasih. Haruskah aku mengetahuinya diiwaktu aku benar-benar ingin kau hadir disisiku. Untuk pertama kalinya hatiku benar-benar rapuh. Perasaan yang sekarang ku alami sulit dijelaskan dengan kata-kata. Aku memang menncintaimu, pertama kalinya juga aku mengerti apa itu arti jatuh cinta. Bahwa jatuh cinta harus sama-sama bahagia, aku mungkin tak bisa bersamamu. Tapi kebahagianku adalah senyumanmu, aku tak akan biarkan seseorang menghapus senyummu lagi. Cukup aku yang pernah menghapus senyummu. Jika aku bisa merelakan kebahagianku demi kamu, aku akan merelakannya. Karena kamu duniaku, ketika dunia tersenyum akupun akan tersenyum. Ketika duniaku bahagia, akupun akan bahagia meskipun dibelakangku aku menyimpan beribu luka.
Ini hari keempatku semenjak aku memutuskan untuk mengikhlaskanmu. Masih sangat sulit memang, masih sangat sakit ketika melihatmu dengannya. Takada lagi yang bisa kulakukan selain mendoakanmu. Karena doa adalah bahasa rindu dan cinta yang paling cepat sampai ke hati tanpa perlu di dengar atau dibaca. Setiap malam dalam sujudku aku selalu meminta agar tuhan memberikanku hati yang tegar. Aku tak pernah mengerti alasan mengapa tuhan tetap membiarkan rasa ini bertahan begitu lama. Tapi satu hal yang aku tau, bahwa rasa yang dititipkan tuhan kepadaku bukan tanpa alasan. Terkadang tuhan memang sengaja membiarkanku tetap mencintainya agar aku belajar tentang penyesalan. Penyesalan bahwa aku tak seharusnya meninggalkkan orang yang mencintaiku hanya karena orang lain mencintainya. Dari sini aku belajar bahwa semestinya aku mempertahankan cintaku dan duniaku. Sungguh aku tak bisa melupakannya.
Sekarang aku hanya bisa mencintaimu dalam diam, aku tak berani memulai percakapan lagi denganmu. Aku takut orang lain terluka juga, aku mengerti posisimu sekarang, ada hati yang sedang kau jaga. Aku juga berhak menjaga hatiku untuk tetap mencintaimu. Meskipun tak berbalas, menghormati perasaanku sudah membuatku bahagia.
Mentari tlah berganti petang
Sinarnya tak lagi tampak menghangatkan
Langitpun menampakkan kesunyiannya
Aku berdiri memandangi langit itu
Mataku enggan untuk berpaling
Seolah aku yang merasakan kesunyiannya
Namun,
Ada hal terindah ketika datangnya petang
Walau tak ada sinar mentari,
Cahaya bintang cukup menemani hati yang sendiri
Sungguh indah, menawan,
Seperti senyuman seseorang
Aku melihatnya,
Mata itu selalu bersinaar ketika menatapku
Aku takbisa menebak kalimatnya
Tapi yang aku tau,
Sosoknya laksana bintang yang menemani kesunyian malam
Dua kata yang penuh makna
Kata yang diselipkan dalam setiap akhir percakapan kita.
“TERIMA KASIH”
Terimakasih telah membiarkanku mencintaimu sampai detik ini.
Komentar
Posting Komentar