Cinta, genggam tanganku
Hati yang retak takkan mampu sembuh dalam waktu yg singkat. Layaknya jalanan yg tak cepat kering ketika hujan mengguyurnya. Airmata yg jatuh takkan kembali lagi menjadi senyuman.
Semua proses itu mungkin memakan waktu yg lama, namun dalam prosesnya selalu ada obat yang menyembuhkan. Selalu ada pelangi indah diantara sinar, dan selalu ada orang yg mengusap air mata itu.
Aku seperti penyebab kerusakan itu, dan kmu akan selalu jadi penyembuhnya. Iya, kamu seperti obat, pelangi, dan telapak tangan. 3 wujud yg mampu menyembuhkan.
Manusia memang sering berbuat kesalahan, sebagian org berfikir bahwa itu akn membuatnya menjadi lebih tegar, namun sebagian orang berfikir kesalahan itu mampu menjauhkan dari orang yg dicintainya. Aku salah satu org yg takut jauh dengan org lain, aku butuh cinta mereka, aku butuh genggaman mereka, aku butuh mereka karena aku bnar bnar lemah. Aku butuh mereka untuk menguatkan.
Seribu maaf memang tak pernah cukup untuk mengembalikkan hati yg retak. Bahkan hadiah yg mewah takkan mampu menyembuhkan hati yg kecewa. Aku menyadari bahwa aku egois untuk umurku yg sekarang, tapi keegoisan itu yg mengajariku bagaimana arti seseorang untuk org lain. Bukan hanya seseorang, tapi banyak orang. Karena kita butuh lebih dari satu orang untuk mengenggam kita.
Aku bukan orang yg pandai untuk menyusun kalimat permintaan maaf. Aku juga tak bisa menyusun kalimat dramatis untuk menyentuh hati org lain agar memaafkanku. Aku cuman punya 1 kalimat maaf, 1 kalimat sederhana namun itu berasal dari hatiku yg terdalam. "Maafkan aku, aku sangat mengecewakanmu" :'):')
Komentar
Posting Komentar