Melawan Diriku
"Nanti manusia juga pasti mengerti bahwa pertengkaran terhebat bukanlah dengan orang yg mereka sayang, tapi dengan diri mereka sendiri"
-----
Hari-hari berlalu rasanya begitu penat, meski memulai awal pagi dengan fikiran yg positif, tapi selalu "ada" hal yg sering kali membuat otak ingin menyangkalnya. Sebenarnya hal yg dilalui-pun selalu sama; melakukan deretan aktifitas yg terkesan monoton tanpa tau alasan pasti mengapa berada dalam keadaan ini. Otak sering kali bertanya "bukankah kamu bahagia, Karna ini yg kamu mau?" tapi hati selalu saja menjawab "aku bahagia karena org lain bahagia melihatku seperti ini". Sama seperti yg lainnya, terkadang lebih peduli dengan orang lain itu baik tapi ingat diri sendiri juga butuh untuk diperhatikan. Sebenarnya, aku juga selalu ingin jadi terbaik untuk semua org. Mendengar apa yg mereka keluhkan, mengikuti apa yg mereka inginkan atau bahkan mungkin memberi apa yg mereka butuhkan. Sekuat aku bisa untuk membuat org disekitar ku bahagia, walaupun terkadang harus selalu tersenyum meski begitu banyak parang yg menyayat hati. Begitulah kenyataan di dunia, dunia hanya perlu tau bahwa dirimu bahagia.
Satu hal yg baru aku ketahui, bahwa melawan diriku bukanlah hal yg bisa aku anggap mudah. Sering kali aku harus menunjukkan ketidak jujuranku pada dunia. Alasannya sederhana, bukan karena aku tak ingin dianggap lemah, hanya saja dunia sering menyepelekan hal yg belum tentu sepele. Apa yg aku rasakan, bisa jadi cuma cerita monoton yg terdengar membosankan. Iya, aku pernah mengalaminya. Sejak saat itu aku sadar apa yg menurutku hal yg wajar mungkin sangat menyakitkan bagi orang lain. Tapi bukan itu sebenarnya, terkadang sudah berbuat sangat baik pun, orang lain masih tidak bisa menghargai apa yg sudah dilakukan. Entah org lain yg suka membuatku sakit hati, atau aku yg terlalu meminta balasan yg terlalu tinggi. Pada akhirnya aku pun selalu berfikir "orang baik pasti bertemu dengan org baik" jika Tuhan belum mempertemukan bisa jadi ada dua alasan "kamu yg terlalu baik, atau kamu yang kurang baik".
Aku tau aku masih harus banyak belajar, masih harus banyak menghargai orang, meski terkadang mereka tak pernah melakukan hal balik yg sama. Aku juga sering kali bertengkar dengan diriku untuk tidak memaafkan org yg menyakitiku, Karna rasanya memang sesakit itu. Namun akhirnya, lagi lagi aku harus mengalah pada diriku, aku harus memaafkan mereka demi kebahagiaanku. Tau rasanya seperti apa? Rasanya seperti mereka menikammu dengan sangat dalam, tapi kamu harus memaafkan mereka karena mereka melakukannya tanpa sengaja. Iya seperti itu, meskipun banyak darah yang keluar dari tubuhmu, kamu harus tetap tersenyum dan memaafkan mereka, tau alasannya apa? Karena Tuhan tau, Ia menguji hambanya yg mampu untuk melakukannya.
Aku sudah memaafkan kalian yg begitu menyakiti hatiku, dan maaf bila aku adalah alasan kalian melakukan hal itu :)
Komentar
Posting Komentar