Kamu Itu Duniaku

Untukmu, seseorang yg sering mengabaikan jutaan kalimatku
--
April, 2019

Entah harus kumulai dari mana kalimat ini, sejauh rasa yg aku punya, jawabnya selalu sama : kamulah pemilik rasa itu. Entah mengapa rasa itu enggan bosan mampir, mengetuk pintu hati dan menggerogoti pikiran untuk memilih tempat yg paling nyaman. Rasa itu enggan untuk hilang, sudah sangat erat menempel seperti jemari yg saling menggenggam.

Aku tidak bersedih, aku bahagia, karena hingga detik ini Tuhan masih setia menjaga rasaku untuk satu org, tak berlebihan. Bagiku, kamu sempurna, sebab Tuhan menciptakan manusia dengan bentuk yg paling sempurna. Terlepas bagaimana sikap dan sifatmu. Nyatanya dari sekian orang yg hadir, kaulah yg mampu menetap.

Kau tau bagaimana kalutnya perasaanku? Saat aku menganggap kaulah satu-satunya, sedang kau mati Matian mencari org baru untuk menggantikanku?. Saat aku begitu mencemaskan segala hal tentangmu sedang kau asik berbahagia, memilih org lain yg mungkin hanya tertarik dengan hal mewah yg kau punya. Dan kala rindu itu menggebu-gebu saat kau begitu tak peduli, begitu hebatnya aku menggenggam rindu hingga aku terlelap. Iya, ingin rasanya aku berkata ttg rinduku, namun aku berhenti. Untuk apa berucap aku merindukanmu jika kau saja tak ingin mendengar itu.

Aku merindukanmu~
Maaf kala malam kau mungkin sering terusik dengan doa yg beberapa kali aku sematkan untukmu ❤️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melawan Diriku

Tak sempat melupakan

Air mata langit