Tak lagi tentang kita

"sedalam apapun rasa yang pernah ada, pada akhirnya kita harus belajar kata Rela"

-----

Pagi akan tetap menjadi pagi meskipun mendung telah datang. Malam akan tetap menjadi malam meski sinar rembulan begitu terang. Begitupun aku; masih tetap aku yg seperti dahulu meskipun kini tak lagi denganmu. Aku, ragaku, dan perasaanku masih tetap sama, yang berbeda hanya kau tak lagi ada. Kau sudah berlari menjauh saat kakiku mencoba melangkah mengejarmu. Kau sudah kepakkan sayap terlalu tinggi saat aku mencoba meraihmu. Dan kau perlahan melepas genggaman yg setengah mati telah aku jaga. Aku kehilangan sosokmu, seseorang yang dulu sempat aku anggap satu satunya, seseorang yg sering aku banggakan bahwa dia berbeda dari sebelumnya, dan sosok yg setiap hari aku semogakan menjadi yg terakhir, dia telah hilang. Dia telah pergi menemukan tempat baru yg mungkin lebih indah.

Hari begitu berlalu, namun perasaanku enggan untuk berlalu. Segala upayaku menghilangkanmu dari hidupku tak pernah ada kata berhasil. Sudah kuisi waktuku dengan semua kesibukanku, namun malam tak pernah ingin bersahabat. Dia terus hadirkan engkau dalam mimpiku, dalam fikiranku. Kau tau luar biasanya usahaku? Yg setiap hari harus melawan batinku. Kala hati berkata "aku masih mencintaimu", otakku menyangkal "aku tak ingin lagi". Akhirnya pun, semua tetap sama. Aku masih tetep jadi aku yg mencintaimu dulu, maaf aku gagal untuk melupakanmu.

Aku lelah !!

Aku lelah harus bersembunyi lagi, aku lelah harus menahan rasa lebih dalam lagi. Nyatanya pun aku tak pernah rela. Apakah dia yg kau pilih sekarang lebih baik dariku? Apakah dia yg kau pilih mampu mencintaimu melebihi sabarku mencintaimu? Apakah dia sanggup menunggumu sampai larut malam kala kau sibuk dengan urusanmu? Apakah dia menjadikanmu prioritas? Tidak, bahkan terkadang dia lebih mementingkan urusannya ketimbang engkau. Apakah dia tau jam makan dan tidurmu? Apakah dia mengingatkan hal sepele yg sering kau lupakan? Apakah dia juga peduli tentang keluargamu?? Lalu, bagaimana bisa aku merelakan kau bersamanya. Kau tau? Ingin rasanya aku menyapamu untuk sekedar mengingatkan hal kecil. Namun aku takut, aku takut kau membenciku karena terlalu mengganggumu. Bagaimana kabarmu hariini? Aku harap sehat ya. Jangan lupa makan, ibadah dan bahagia. Aku rasa itu yg akan kusampaikan, meskipun aku begitu merindukanmu. Aku tau posisiku. Ada hati yg sedang kau jaga, dan itu bukan hatiku lagi. Ada cinta yg harus kau selamatkan, dan itu bukan cinta kita lagi.

Maaf,
Aku mencintaimu sampai detik ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melawan Diriku

Tak sempat melupakan

Air mata langit