Sekali lagi, aku rindu

Akhir-akhir ini cuaca sedang tak baik, hujan yang turun turut membawa kenangan. Ada beberapa penggalan cerita tentang aku, kamu dan hujan. Sadarkah kamu, hujan mampu membuatmu begitu mencintaiku. Memang aku rindu, aku rindu pelukan hangat itu. Kau tak ingin aku sakit, namun mukamu yg terlihat pucat. Sayang, harusnya aku yg menjagamu. Jika dihari itu aku sadar bahwa kau akan begitu cepat pergi, mungkin aku tak menghabiskan waktuku untuk menghitung hari. Aku begitu egois, bolehkah aku jujur bahwa dihari kita bersama aku tak pernah sungguh sungguh jatuh hati kepadamu. Namun itu dulu, sebelum hujan memberi ruang untuk kita berdua.

Setelah hari itu, aku merasa ada yg janggal pada diriku. Kau yg dulu begitu tak ingin kulihat, kini menjadi seseorang yg begitu ingin kutemui. Aku hanya heran, sehebat itukah hujan mampu mengubah perasaan seseorang. Kau yang teramat jauh rasanya seperti kau disampingku. Kamu tau kenapa aku seperti itu? Ya, kurasa aku sudah jatuh cinta kepadamu.
Hari dimana aku ingin bertemu denganmu, kau hilang bagaikan kau tak pernah hadir di dunia ini. Mungkinkah ini balasan karna aku sudah begitu menyianyiakan orang sepertimu. Jika memang seperti itu, harusnya tak begitu. Aku sudah mulai mencintaimu setelah berbulan-bulan aku mencoba untuk jatuh hati.

Beberapa hari berlalu kau datang kembali dengan wajah pucatmu. Kau menyapaku dengan senyuman memaksa. Aku hanya menjawab seadanya karena kurasa aku sudah begitu tak peduli. Namun ada satu kalimat yang mampu menggetarkan hatiku "hai, aku masih akan tetap sayang kamu walaupun kita sudah beda dunia, rasa itu takkan semudah itu hilang".
Aku hanya refleks langsung memelukmu untuk menghilangkan kerinduanku. Namun kamu melepas pelukanmu "maaf aku harus pergi, berbahagialah selalu, teruslah menjadi orang yg lebih baik, tugasku sudah selesai untuk menjagamu". Sejak hari itu aku mulai menyadari satu hal bahwa merelakan memang tak semudah jatuh cinta. Beberapa waktu berlalu, kudengar kabar bahwa kita sudah benar benar terpisah. Apakah kita sudah berpisah, padahal kau dan aku belum berkata kalimat pisah?. Tuhan memang lebih sayang kamu, sayangNya dia ke kmu lebih besar daripada sayangku ke kamu.

"Mungkin jika sekarang kau masih ada, aku masih bersamamu"

Bukan aku tak merelakanmu pergi, namun aku hanya sering mengingatmu. Mungkin kau disana juga melihat, bagaimana perasaanku begitu damai saat hujan turun. Aku percaya, bahwa kau selalu melakukan hal yang sama. Memelukku, meski kau tak kasat mata.
Terimakasih sudah jatuh cinta dengan wanita sepertiku. Aku tau kau bisa mendapatkan lebih, namun kau memilihku. Semoga kau selalu bahagia disana...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melawan Diriku

Tak sempat melupakan

Air mata langit